Hukum Judi Poker Menurut Agama Islam

Hukum Judi Poker Menurut Islam – Poker merupakan salah satu permainan kartu yang menggunakan ketrampilan dan strategi. Umumnya semua permainan poker selalu menggunakan taruhan karena taruhan merupakan bagian utama dari permainan poker ini, dan taruhan juga dapat berguna untuk menetapkan pemenang dari tiap kartu yang digunakan oleh pemain. Permainan poker menggunakan kartu remi sebanyak 52 lembar kartu. Cara permainan poker dimulai dengan pembagian kartu oleh bandar atau dealer. Pada awal permainan dealer akan membagikan 2 kartu, jika pemain mendapat kartu yang bagus dan ingin mengikuti taruhan maka dapat memilih call, atau raise jika ingin menambahkan nilai taruhan yang dipakai. Jika ternyata anda tidak mendapatkan kartu yang bagus maka anda dapat menekan tombol fold untuk tidak ikut dalam taruhan tersebut, namun anda juga dapat menekan tombol check jika anda merasa penasaran dan ingin menaikkan nilai taruhan anda.

Saat ini sudah banyak situs penyedia permainan agen bola di Indonesia, jika anda ingin bergabung anda cukup memberi data nama rekening, nomor rekening, alamat email serta nomor handphone. Jika anda sudah mendapatkan ID anda bisa mulai untuk bermain poker. Namun, bagaimana hukum judi poker menurut islam?

Poker termasuk judi karena memiliki unsur taruhan dan ada unsur menang maupun kalah. Hadiah yang didapatkan dari kemenangan ini sebenarnya diambil dari deposito masing-masing peserta. Ada kaidah yang berlaku dalam bermasyarakat saat ini adalah, “setiap permainan pasti memiliki 2 pilihan yakni untung dan buntung maka itu disebut sebagai judi”. Selain itu Allah SWT juga telah berfirman dalam suratnya bahwa perbuatan – perbuatan setan yang dilarang adalah: meminum khamar, berjudi, berkorban untuk pahala serta mengundi nasib dengan panah. Ada beberapa celaan Allah terhadap perbuatan judi dan khamr yakni: Allah menyebut perbuatan itu sebagai perbuatan rijs atau najis maknawi, perbuatan tersebut merupakan perbuatan setan yang wajib untuk dijauhi serta apabila kita meninggalkan perbuatan tersebut merupakan suatu keberuntungan. Judi merupakan alat yang diciptakan setan untuk menciptakan permusuhan dan kebencian antar manusia. Serta judi merupakan produk setan yang mampu membuat manusia meninggalkan perintah Allah salah satunya shalat.

Mungkin beberapa diantara kita akan bertanya, “Jika bermain poker online tanpa menggunakan taruhan apakah boleh? Kan tidak ada uang yang didepositkan”. Sayangnya, permainan poker walaupun tanpa taruhan atau bisa juga permainan dadu merupakan perbuatan yang dilarang karena merupakan bentuk perjudian. Hadits yang mengharamkan permainan dadu diriwayatkan oleh Buraidah bin Hasib bahwasanya Rasulullah SAW bersabda siapapun yang bermain dadu, maka seolah – olah dia sedang mencelupkan tangan ke dalam daging babi dan bercampur darahnya, hadist tersebut berada dalam HR Muslim 2260. Yang dimaksud mencelupkan ke dalam daging babi bercampur darah yakni memakan daging babi, sehingga dapat disimpulkan bahwa bermain dadu serupa hukum makan daging babi  dan darah babi yakni haram.

Ada beberapa fatwa juga yang membahas tentang permainan kartu walaupun tanpa taruhan. Yang pertama, diungkapkan oleh Imam Ibnu Baz. Pada suatu ketika Imam Ibnu Baz ditanya oleh seseorang tentang hukum bermain catur dan bermain kartu, beliau menjawab bahwasanya kedua permainan ini tidak boleh dilakukan karena keduanya merupakan benda yang melalaikan yang mampu menghalangi seseorang untuk berdzikir serta mengerjakan sholat sehingga dianggap bahwa permainan catur dan kartu merupakan kegiatan yang membuang – buang waktu. Selain itu, permainan kartu serta catur menurut Imam Ibnu Baz dilarang karena dapat  menyebabkan terjadinya kebencian dan permusuhan. Apabila permainan tersebut dilakukan dengan taruhan maka termasuk perbuatan haram dengan status yang lebih berat. Hukum tentang permainan kartu juga ditegaskan oleh Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad, bahwa Ibn Umar r.a pernah melihat salah satu dari anggota keluarganya bermain dadu, kemudian Ibn Umar r.a langsung memukul dan memecahkan dadu tersebut. Selain itu, istri Nabi yakni Aisyah r.a pernah menyewakan rumahnya untuk seseorang kemudian penyewa rumah tersebut menyimpan dadu dalam rumahnya. Kemudian Aisyah r.a pun mengirim surat yang berisi apabila penyewa tersebut tidak membuang dadu maka Aisyah akan mengusir si penyewa tersebut.

Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *